PENUH PERJUANGAN,.sebuah kata yang melukiskan bagaimana usaha untuk menjadi seorang HSE Officer at the first time, bukan proses pendidikannya tapi lebih ke proses untuk berangkat ke field saat itu.
Suatu siang dipertengahan bulan April 2013 saya mendapat telpon dari crew coordinator suatu perusahaan labor supply yang meminta kesiapan saya untuk bergabung menjadi HSE Officer di Rig yang menjadi kliennya, si bapak berkata bahwa tawaran tersebut sangat urgent dan jika saya ok maka dalam hitungan hari saya harus sudah berangkat ke field di Kalimantan.
Masalahnya beberapa hari sebelumnya saya juga mendapat email dari perusahaan lain untuk mengikuti test psikotest dan wawancara di Jakarta yang berkantor di daerah TB Simatupang, kok beruntun banget ya pikir saya dasar kalau rejeki saat dinanti nanti gak kunjung tiba e waktunya tiba berbarengan, akhirnya setelah diskusi dengan keluarga akhirnya saya tetap berangkat ke Jakarta, jika hasilnya bagus maka lanjut yang dijakarta jika gagal maka saya harus berangkat ke kalimantan. disela test di Jakarta tiba2 ada temen yang telpon yang menginformasikan ada perusahaan transportasi yang membutuhkan safety juga, si teman memberi kontak telpon yang bisa saya hubungi untuk konfirmasi, akhirnya setelah istirahat makan siang saya telpon ke perusahaan transport tersebut namun hasilnya salary yang mereka tawarkan tidak sesuai dengan yang saya harapkan. ok saya lupakan perusahaan transport tersebut dan saya kembali fokus ke test berikutnya.
Hasil test ternyata saya belum bisa diterima di perusahaan tersebut, secara saya blom pernah jadi HSE sebelumnya meskipun saya berjanji akan belajar keras untuk dapat menjalankan tugas sebagai HSE Officer.
Dunia belum berahir, karena saya masih punya cadangan yang sudah pasti. sambil nunggu bus berangkat ke semarang saya pesan tiket pesawat ke agen langganan dengan jurusan semarang balikpapan.
disini perjuangan dimulai,......
Interview selesai jam 16. 00 saya langsung bergegas keluar dari gedung dan cari ojek untuk mengantar ke terminal Lebak bulus, sampai lebakbulus saya langsung beli tiket bus jurusan semarang. pihak agen bus menjanjikan bus akan berangkat jam 18.00 aktualnay jam 21.00 baru berangkat. saya masih bersabar. selanjutnya bus berangkat meninggalkan terminal tp satu jam perjalanan si bus berhenti lagi, saya pikir hanya sebentar ternyata oh my god,...bus ngetem sampai jam dua malam. saya uring uringan gak karuan. masalahnya besuk sore saya harus berangkat ke balikpapan, kapan istirahatnya pikirku.
setelah melalui perjalanan panjang akhirnya sampai juga di semarang jam sepuluhan, mana dari semarang ke rumah masih satu jam lagi. sampai rumah istri sudah menyiapkan semua peralatan untuk berangkat ke kalimantan, thanks my honey.........
meskipun istirahat baru sebentar tapi saya tetep harus berangkat lagi ke bandara untuk ke kalimantan, saya diantar adik sepupu sepanjang perjalanan jalanan lumayan macet akibatnya sampai bandara jam 17.05 menit, saya buru-buru check in, TAPI,....counter sudah tutup petugas counter mengatakan penumpang sudah tidak bisa check in lagi, oh my god gimana nasib pekerjaan saya,.....saya coba hubungi crew coordinator dan menceritakan kejadian yang menimpa saya, beliau bilang saya harus berangkat besuk karena perjalanan ke field gak bisa tiap hari dikarenakan akses ke field hanya menggunakan cooper yang tiap minggunya hanya ada 3 kali trip, saya ambil opsi untuk ambil penerbangan lewat surabaya besuk pagi, konsekuensinya saya harus naik bus dulu ke surabaya dan beli tiket pesawat lagi tentunya.
saya cari ojek untuk antar ke terminal terboyo semarang, perjalanan yang awalnya lancar tiba2 di daerah tawang turun hujan deras, cobaan apa lagi ini. si bapak tukang ojek mengoper saya ke angkot untuk sampai ke terboyo. akhirnya dengan kondisi capek, ngantuk dan basah kuyup saya bisa naik juga ke bus jurusan surabaya. saya berusaha untuk memejamkan mata meskipun dinginnya minta ampun.
Sekitar jam 4.00 saya sampai juga di terminal Bungurasih Surabaya, agar lebih aman saya pilih naik taksi ke bandara, dan dan dan diperjalanan saya baru sadar HP saya kok gak ada??????
Saya minta supir taksi untuk mencari bus yang tadi membawa saya dari semarang, alhamdullilah ketemu kemudian saya naik ke bus dan mencari hp yang hilang, hasilnya NIHIL,......
The ordeals is not over,...kode booking saya ada di hape tersebut, haruskah saya kembali pulang dan melupakan impian menjadi HSE Officer, saya hubungi orang2 terdekat dengan pinjam hp supir taksi, orang tua, istri dan adik, saran mereka fifty fifty antara terus atau balik badan, sense of crisis saya timbul ini bukan pertama kali saya menghadapi saat saat krisis antara mimpi-mimpi saya dan problematika yang menyertainya.
keyakinan saya makin kuat bahwasanya segala yang terjadi pada diri saya dalam 24 sampai 36 jam terahir adalah awal dari kesuksesan saya dimasa datang, AMin.
So the journey must go on, dan saya berhasil mendapatkan kode booking pesawat saya kembali, sampai bandara dengan sedikit memelas saya tawar ongkos taksi (yang meskipun menurut saya tetap masih mahal, Rp 250.000 untuk perjalanan yang tidak sampai satu jam)
Crew coordinator langsung menghubungi begitu saya mendarat di bandara sepinggan balikpapan, kemudian beliau mengantarkan saya ke counter cooper yang akan mengantarkan ke field, setelah menunggu sebentar di lounge untuk safety breifing dan menikmati makanan sekedarnya kami diminta untuk naik ke cooper. sekitar satu jam perjalanan akhirnya saya sampai juga di field karendan cluster.
De javu, ini seperti pertama kali saya masuk kerja di perusahaan profesional yaitu saat saya pertama kali bekerja selepas kuliah di Panasonic Electronica Device Batam, soal kedisiplinan dan etos kerja bukan masalah besar buat saya. yang berbeda adalah kali ini saya harus lebih bekerja keras lagi agar saya bisa menunjukkan perform saya dan bisa kontinue bekerja di trip berikutnya (secara kerja di rig seperti pemain bola jika performa kita jelek maka kita tidak akan dipakai lagi di next trip/ schedule berikutnya).
Sekitar Enam bulan saya bergabung di Harco Putra Mandiri - Prakarsa Technologi Indonesia - Rig Drillco #1 Project Salamander Bangkanai - Karendan Cluster Field dan West Karendan Field yaitu dari bulan April sampai bulan Oktober. saya harus keluar dari perusahaan karena saya mendapatkan tawaran dari perusahaan lain yang memberikan lebih dari yang saya dapatkan di harco. sebetulny bukan semata mata gaji yang saya cari tapi tanggung jawab yang lebih besar dibanding yang saya dapat di perusahaan sebelumnya.
but anyway PTI sudah memberikan saya pelajaran yang lebih dari cukup dari sekedar seorang newbie di dunia safety officer.
next post saya akan ceritakan perjalanan selanjutnya setelah keluar dari harco putra mandiri. see u next time, bye,.....



